Kejari Tangani Empat Perkara Barang Selundupan Asal Malaysia

gula-ilegal-di-mobil_20150503_165106Terkait penanganan perkara penyelundupan barang ilegal yang berasal dari luar negeri, Kejaksaan Negeri Pontianak selama tahun 2015 telah menerima tiga perkara limpahan Polda Kalbar
Selain itu, untuk perkara yang proses hukum lebih lanjut yang ditangani oleh Kejari Pontianak di antaranya juga limpahan dari jajaran Polresta Pontianak.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pontianak, Agus Salim Nasution, menuturkan, saat ini pihaknya menangani empat perkara kasus barang ilegal asal Malaysia. Di antara kasus itu sedang berjalan proses hukumnya di meja hijau, seperti kasus penyelundupan minoman beralkohol, obat-obatan dan gula ilegal.
Agus yang dampingi Kasipidum Kejari Pontianak, I Ketut Kasna Dedi, menjelaskan, ada pula kasus gula ilegal limpahan Polsek Pontianak Barat saat ini pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan di mulainya penyelidikan (SPDP)
“Untuk perkara dari Polsek Pontianak Barat, kita sudah terima SPDP-nya, kalau tiga perkara limpahan dari Polda Kalbar perkaranya sudah disidangkan,” katanya pada Selasa (22/3/2016).
Ia pun membenarkan berdasarkan limpahan dari aparat kepolisian, barang ilegal yang akan di selundupan tersebut diduga berasal dari Malaysia, seperti diamankan minuman beralkohol melalui Bus Damri.
Sementara perkara yang sedang disidangkan yakni atas nama Thjin Ban Sin alias Asin pelaku ditangkap Polda Kalbar saat akan menyelundupkan 38 karus gula asal Malaysia dan 11 dus minuman beralkohol.
Perkara lainnya, atas nama Sabirin yang tertangkap oleh Polda Kalbar membawa 22 karung gula asal Malaysia tanpa dokumen dan Suprasojo yang diamankan aparat kepolisian karena membawa 384 dus obat ginseng dan 36 botol minuman beralkohol.
“Terkait ke empat kasus selundupan barang ilegal ini, kita menjerat terdakwa untuk kasus obat-obatan ilegal akan di jerat UU Kesehatan. Untuk miras atau minol di jerat UU Pangan dan gula ilegal dijerat UU Perlindungan Konsumen,” katanya.